Ingin seperti awan itu?
Lihat, mereka bebas berlarian. Tanpa beban.
Dan jika kau memilih menjadi awan itu, aku akan menjadi air matamu. yang selalu setia hadir bila kau sedih.
**** “bi ijah buka pintu” teriak cakka lemah. Ia terus mengetuk pintu rumahnya “bi…” pekik cakka “iya den sebentar” terdengar suara bi ijah dari dalam. Tak lama pintu pun terbuka “lama amat sih bi” komentar cakka lalu berjalan. Karna cakka dalam keadaan mabuk, jalannya pun tak seimbang. Bi ijah hanya mampu membantu cakka ke kamarnya di lantai dua “aden mabuk lagi?” tanya bi ijah Cakka tertawa lepas “hahaha bi bi aku itu gk mabuk tapi senang bi. Tau gk tadi tuh aku habis dari surga dunia. Aduh bi bagus banget. Banyak bidadari cantik hahaha” cakka pun mulai ngelantur Bi ijah menidurkan cakka lalu pergi menemui orang tua cakka yang ada di ruang kerjanya “tuan, nyonya cakka sudah pulang” lapor bi ijah. Bunda cakka segera ke kamar cakka. Sedangkan ayah cakka mengikuti dari belakang Sesampai di kamar cakka. Cakka ada di kamar mandi. “huekk..” cakka mual. Kemudian memuntahkan minuman yang telah diminumnya. –biasanya orang kalau lagi mabuk kan gitu- Ibunda cakka segera masuk ke kamar mandi...
Cakka Kawekas Nuraga sebagai seorang remaja yang terkena pergaulan bebas Nur Wahid Hidayat sebagai kakak oik yang juga dekat dengan shilla Alvin Jonathan Sindunata sebagai sahabat cakka yang beragama protestan Gabriel Stevent Damanik sebagai sahabat cakka yang mengajarkan cakka untuk menjadi seorang yang liar. Gabriel juga beragama protestan Mario Stevano Aditya Haling sebagai sahabat cakka yang juga beragama protestan Yohanes Baptista Obiet Panggrahito sebagai anak dari rentenir yang akan di jodohkan dengan oik Oik Cahya Ramadlani sebagai santriwati yang mampu membuat dunia cakka berubah Ashilla Zahran Tiara sebagai Kakak cakka juga sahabat oik di pesantren SINOPSIS Cakka Kawekas seorang anak pengusaha ternama di jakarta sekaligus anak dari pemilik pesantren Darul Adiyah memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Ashilla atau akrab disapa shilla. Sifat cakka sangat jauh...
Utuh (cerpen) Semakin kuingkari, semakin ku mengerti hidup ini tak lengkap tanpamu, Aku mengaku bisa tapi hati tak bisa Oik’s P.O.V. Kenalkan namaku Oik Cahya Ramadlani, Oik. Dulu hidupku sangat bahagia, tapi setelah aku menikah dengan Cakka Kawekas Nuraga, Cakka. bukannya bertambah bahagia hidupku malah semakin merana apalagi pernikahanku dengan cakka tak pernah di restui oleh ibunda cakka hanya oleh ayah cakka. Seminggu setelah menikah dengan cakka, perusahaan orang tuaku mengalami kebangkrutan, aku tidak tahu ini sudah direncanakan atau tidak. Yang jelas bangkrutnya perusahaan orang tuaku membuatku semakin merana, apalagi dengan bangkrutnya perusahaan orang tuaku itu, orang tuaku terpaksa menumpang di rumah mertuaku, karna aku dan cakka tidak memiliki rumah sendiri karna bunda cakka mengancam akan bunuh diri jika cakka meninggalkan rumah 3...
Komentar
Posting Komentar
Silahkan isi kotak putih di bawah ini